Selasa, 31 Agustus 2010

Gitar-Gitar Lucu Dan Keren

Buat yang senang main gitar, dan pengen punya gitar dengan bodi modifikasi, mungkin gambar-gambar gitar di bawah ini bisa jadi inspirasi. Nggak banyak sih, tapi lumayan lah.
Gitar Keren Kayak Jaman Viktoria

Gitar Keren Bergaya Jadul Jaman Viktoria

Gitar Bernuansa Seram Gotika

Gitar Dengan Ukiran Kayu Dan Logam

Gitar Lucu Kartun

Gitar Untuk Penggemar Sains Fiksi

Gitar Lucu Buat Penggemar Game Jadul

Yang ini lucu juga sekaligus agak edan, cocok untuk main gitar kalo suasana hati lagi pengen ngebanyol.

Gitar Edan Lucu

Saya suka sama gitar yang ini. Ini selera saya pribadi loh, keren juga warna hitam dengan sedikit warna keemasan.
Gitarnya Keren Banget Nih

Gitar Favorit Gue Keren Banget

Yang di bawah ini bukan gitar sih. Tapi masih nyambung-nyambung dikit sama hal-hal bernuansa gitar.
Perahu Lucu Berbentuk Gitar

Tutup WC Berbentuk Gitar

Senin, 30 Agustus 2010

Pemain Bola Cedera Tambah Sengsara

Petugas medis dalam pertandingan sepak bola memang memegang peranan penting untuk menangani pemain bola yang cedera. Tapi namanya juga manusia yang sesekali bisa khilaf, dalam melaksanakan tugasnya ada saja hal-hal lucu. Di bawah ini ada deretan gambar dari berbagai pertandingan sepak bola, yang menghadirkan adegan lucu petugas medis. Dalam hal ini, pemain bola yang cedera memang tambah (sedikit) sengsara.

Nggak Ada Angin, Nggak Ada Hujan, Jatuh Sendiri

Semua Berjalan Lancar
Eh Kok Malah Jatuh

Pemain Bola Yang Malang

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Sudah Cedera Malah Dipantatin

Pemain Bola Cedera Malah Dipantatin

Tandu Pemain Bola Dibetulkan

Masih Tetap Dipantatin

Maju Atau Mundur, Pemain Bola Cedera Ikut Tersungkur

Siap Mengangkat Pemain Bola Cedera

Malah Dua-Duanya Balik Arah

Medis Jatuh Pemain Bola Ikut Jatuh

Pemain Bola Cedera Makin Tambah Sengsara

Sombong Apa Pede, Pede Apa Sombong

Pernah bertanya-tanya kira-kira sombong sama pede itu bedanya gimana? Sama! Saya juga lagi bertanya-tanya. Daripada susah-susah saya buka kamus aja (yang online, soalnya belum beli kamus) untuk mencari pengertian sombong sama pede. Tapi sebelumnya silahkan lihat deretan gambar berikut, siapa tau aja nyambung dikit ama judul.
Dengan Pede Melaju Ke Garis Finish
Ceritanya ada balapan sepeda di sebuah negara di kawasan Eropa Timur, baru-baru ini. Balap sepeda lokal. Seorang peserta yang sudah sedikit lagi menuju kemenangan begitu percaya dirinya bakal menang.
Ekspresi Kemenangan

Ya jelaslah dia pede, lawan tanding tertinggal bermeter-meter di belakang. Sedangkan dia melaju sendiri ke garis finish. Dengan pede dan perasaan lega setelah bertanding cukup berat diangkatlah kedua tangannya tinggi-tinggi, sebagai ekspresi kemenangan.
Sepeda Oleng

Tapi nasib menentukan lain. Setelah tangan diangkat tinggi-tinggi, sepeda malah oleng, dan ia pun terjatuh.
Jatuh Dari Sepeda
Dengan segenap daya, ia bangkit lagi dan meneruskan balapannya. Namun apa daya, lawannya yang tertinggal di belakang malah menyusulnya dengan telak sampai masuk garis finish. Gagalah ia jadi juara pertama.

Bangkit Dari Jatuh

Disusul Oleh Lawan

Gagal Juara Satu

Menurut pengertian kamus bule, percaya diri atau pede adalah rasa percaya pada kualitas, kemampuan, dan penilaian diri sendiri. Menurut versi saya, kalo boleh sotoy, orang yang pede itu dengan jujur memahami  kelebihan dan kemampuan diri sendiri, dan sekaligus paham juga akan kekurangan dan apa yang belum mampu dia lakukan. Jadi, pede itu disertai dengan mawas diri. Nah, kalo sombong itu wawas dirinya yang kurang. (menurut kamus, yang ada sih wawas diri, bukan mawas diri). Ini dia pengertian wawas diri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia: wa·was di·ri v, me·wa·was di·ri v melihat (memeriksa, mengoreksi) diri sendiri secara jujur;

Ah! Sotoy banget gw yah. Udah ah, silahkan dihubung-hubungin sendiri antara judul, isi, dan gambar di atas. Hehehe. Semoga bermanfaat, dan sampai ketemu di posting berikutnya.

Uang Lagi, Uang Lagi

Sebuah perusahaan yang disebut Wikipedia sebagai salah satu perusahaan kimia terbesar itu membuat sebuah iklan yang unik untuk produknya sebuah kaca pengaman. Yang menarik dari iklan ini adalah: siapa saja yang bisa memecahkan kotak atau kacanya boleh mengambil uang yang ada dalam kotak yang dilindungi dengan kaca pengaman itu. Ada yang bisa mengambil?
Uang Oh Uang Banyaknya Dikau Uang
Uang yang ditumpuk di dalam bingkai berkaca pengaman itu memang menggiurkan. Namun menurut beberapa sumber jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu dolar, namun yang sebetulnya uang aslinya ada di tumpukan paling atas yang berjumlah 500 dolar AS, sementara yang di bawah hanyalah kertas yang dikesankan berupa uang.
Dapat Uang Dari Tendangan Maut

Cari Uang Malah Tendang-Tendang

Dapat Uang Kaki Patah

Berbagai Jurus Dikerahkan Untuk Dapat Uang

Saya sih nggak mau bahas masalah kualitas dan kekuatan produk ini, entar jadi promosi gratisan, dong. Tapi yang menarik adalah tingkah laku manusia soal uang. Kalaupun bisa memecahkan kaca tersebut dengan pukulan dan tendangan seperti yang dilakukan orang-orang di foto ini, dan kaki atau tangannya patah, uang 500 dolar bisa nggak ya untuk berobat? Biaya dokter dan biaya rumah sakit di sana kan termasuk tinggi. Mending kalau uangnya dapat, kalau tulang patah tapi uang nggak dapat malah lebih sial lagi. Hehehe.

Minggu, 29 Agustus 2010

Sabar... Sabar, Dong

Yang sabar, yang sabar. Hehehe. Di bawah ini ada deretan gambar yang (menurut saya lucu, dan juga) mengingatkan saya perlunya sabar sama manula. Saya ini termasuk kurang sabaran apalagi sama manula atau manusia lanjut usia. Boro-boro sama manula, sama yang muda kalo lelet aja saya sering kurang sabar, alias jengkel. Nyari rejeki aja saya kurang sabar, maunya cepet aja dapet duit.

Mari kita lihat bagaimana sih ceritanya?
Nenek Nenek Lewat Bikin Nggak Sabar
Alkisah ada seorang nenek yang hendak menyeberang jalan. Maklum sudah manula, jalannya lamban. Rupanya anak muda dengan mobil mewah itu tidak sabar. Sang nenek yang menyeberang lambat itu oleh si anak muda diklakson berkali-kali sambil mengintimidasi dengan injakan gas. Brum! Bruuum! Gitu deh kira-kira.
Nenek Nenek Lucu Kesal

Nenek Mukul Mobil

Si nenek kesal, dan mengayunkan tas belanjaannya dan persis menghantam bumper mobil tersebut.
Kantong Udara Pengaman Pun Mengembang

Blub! Dan kantong udara pengaman alias airbag pun mendadap mengembang, membuat si anak muda yang kurang sabar ini kelimpungan terdesak kantong udara.
Anak Muda Mobil Mewah

Si nenek yang kesal itu hanya melenggang menyeberang jalan, sementara si anak muda kerepotan dengan kantong udaranya.
Cowok Keren Kelimpungan

Aslikah ini? Atau hanya akal-akalan? Menurut sebuah sumber, airbag hanya bisa mengembang jika sensor mengalami benturan dengan gaya (force) yang setara atau lebih besar dari seseorang yang berlari dengan kecepatan 16 hingga 24 meter per jam menabrak tembok. Mungkinkah pukulan sang nenek pada bagian depan mobil setara dengan gaya tersebut? Hihihi entahlah, silahkan yang jago fisika ngitung-ngitung, saya sih kurang banget dalam urusan sains. Terlepas dari asli atau palsu gambar-gambar tersebut, yang penting tidak ada salahnya kalau sabar-sabar pada para manula. Sekarang sih masih pada muda, entar kan juga jadi manula kalo umurnya panjang.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di lain posting. Salam!

Tuna Wisma Tapi Punya Laptop?

Gelandangan punya laptop? Eh, maaf, bahasa saya kurang sopan. Saya pakai istilah tuna wisma saja deh. Di posting ini saya ingin berbagi beberapa foto dan kisah tentang tuna wisma yang punya laptop dan bisa online.
Gelandangan Bisa Punya Laptop
Dari mana seorang gelandangan memiliki uang untuk membeli laptop? Sebagian besar sudah memilikinya sebelum menjadi gelandangan, beberapa gelandangan mengaku menyisihkan tunjangan pemerintah untuk membeli laptop bekas yang murah. Bahkan ada yang mengaku bisa membeli laptop bekas berkualitas dengan uang kurang dari 200 dolar (sama kayak di sini, banyak laptop bekas tapi terawat yang dijual dengan murah).
Tuna Wisma Mendapatkan Laptop Dari Cek Tunjangan Pemerintah

Pada foto di bawah ini, seorang tuna wisma sedang online dengan laptopnya di sebuah mobil rongsok yang juga merupakan rumahnya. Tuna wisma berusia 64 tahun yang mengaku sebagai filsuf amatir ini bisa online 16 jam sehari dengan menggunakan laptop yang konsumsi listriknya rendah dan menghindari menonton video. Ia juga memasang antena wi-fi di mobil van rongsoknya itu agar bisa online. Ia memiliki laptop sejak sebelum ia menjadi gelandangan. Laptop, mobil van rongsok, dan beberapa helai baju merupakan harta yang ia miliki sejak menjadi gelandangan.
Berinternet Ria Walaupun Gelandangan

Tuna wisma yang berusia 37 tahun pada foto di bawah ini, sedang berlaptop ria mengelola forum penulis puisi yang diasuhnya, ia tersambung ke internet dari sebuah stasiun kereta bawah tanah yang menyediakan hotspot gratis. Ia sudah menjadi tuna wisma selama kurang lebih 2 tahun dan mangkal di bawah jembatan tol, dia hafal di mana tempat-tempat yang bisa memberinya akses nirkabel ke internet, dan tempat-tempat untuk mengisi baterai laptopnya. Ia kini punya forum komunitas baru di internet khusus untuk sesama tuna wisma di kotanya, yang anggotanya sebesar 140 orang ketika diwawancara.
Mengasuh Forum Dari Stasiun Kereta Bawah Tanah

Tuna wisma di foto ini memanfaatkan hotspot yang ada di perpustakaan untuk tetap bisa online. Beberapa tuna wisma yang masih memiliki kartu identitas bisa mendaftar di perpustakaan umum, untuk memperoleh akses internet.
Gelandangan Mengakses Internet Dari Perpustakaan

Apakah mereka online untuk memperoleh pendapatan di internet? Entahlah. Sebagian besar sumber mengatakan bahwa mereka online hanya untuk mengisi waktu saja.

Saya bener-bener kalah, deh. Sebagian besar waktu saya di internet untuk mendapatkan penghasilan (itu pun dengan ngos-ngosan karena masih newbie alias anak bawang), nggak pernah jadi anggota forum, jarang FB-an kalo nggak ada perlunya, dan lain-lain sebagainya. Bener-bener kuper di dunia maya. Sedangkan mereka bisa berinternetan untuk membunuh waktu, bergaul sama orang banyak di dunia maya. Tapi setelah dipikir-pikir, saya nggak boleh iri karena saya punya rumah, sanak saudara, dan punya identitas.

Seorang tuna wisma mengatakan, "menjadi gelandangan itu menakutkan, tetapi bila saya berada di dunia maya, saya merasa sama dengan orang lain, tak membedakan status apakah ia gelandangan atau tidak." Weleh, weleh, ya sudahlah. Sebuah kekhawatiran pada awal maraknya alat-alat digital, yang mengatakan bahwa teknologi ini akan membuat jurang antara yang berpunya dan tidak berpunya, mungkin sedikit tertepis dengan adanya fenomena gelandangan berlaptop ini. Itu kalau di sana, di negara maju. Di negara berkembang? Entahlah!

Jumat, 27 Agustus 2010

Memecahkan Masalah, Salah Satu Contoh Yang Salah

Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, adalah tagline Perum Pegadaian yang lumayan terkenal, waktu iklannya di TV lumayan gencar, bahkan anak kecil pun hafal waktu itu. Saya setuju. Memecahkan masalah jangan sampai malah menimbulkan masalah baru, atau mungkin yang lebih parah, memecahkan masalah dengan cara-cara yang bermasalah. Hehehe, ribet yah? Di bawah ini ada contoh deretan gambar bagaimana kebanyakan orang (termasuk saya) memecahkan masalahnya.
Meluncur Dengan Papan Luncur


Seorang cowok melayang di udara dengan papan lucurnya. Namun, sayangnya ia tidak mendarat dengan mulus. Papan luncurnya patah dan ia pun jatuh terjengkang.
Mendarat Kurang Mulus

Kesal dengan papan luncurnya, ia melampiaskan kekesalannya itu dengan cara menginjak papan luncurnya yang telah menemaninya berlatih itu sekian lama. Papan luncur yang malang.
Kesal Papan Luncurnya Patah

Ia Mengatasi Masalah Dengan Menciptakan Masalah Baru

Hasilnya? Potongan papan luncurnya itu malah melesat dan menghantam mukanya terutama bagian hidung. Sudah jatuh, hidungnya patah pula.
Masalah Pun Jadi Bertambah

Alih-alih mengatasi papan luncurnya yang patah, ia malah mengatasi rasa kesalnya dengan cara menciptakan masalah baru. Kini bukan hanya papan luncurnya yang patah, tapi hidungnya juga ikut patah. Deretan gambar ini benar-benar menyindir saya. Sialan!