Tampilkan postingan dengan label Teledor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teledor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

Sabtu, 04 September 2010

Tidur Di Mana-Mana, Di Mana-Mana Tidur

Tidur, kalau sudah ngantuk apa mau di kata. Tidur di sembarang tempat bukan cuma mengganggu ketertiban umum dan merusak pemandangan saja, tapi juga membahayakan diri sendiri. Di bawah ini ada berbagai foto orang tidur di sembarang tempat. Di pinggir jalan, di tempat parkir, di kolong truk, di taman, di tempat bermain anak, di box telepon umum, dan di mall.
Bos Tidur Sembarangan Di Proyek

Kursi Taman Untuk Tidur

Posisi Tidur Asal-Asalan

Tidur Kelelahan

Tidur Di Tengah Jalan

Tidur Di Pasar

Tidur Di Batu

Tidur Di Taman

Asal Ada Tempat Tidur Saja

Tidur Di Kolong

Tidur Di Kolong

Tidur Di Mall

Sekeluarga Tidur Di Pinggir Jalan

Tidur Di Box Telepon

Tidur Di Kolong Truk

Tidur Di Bawah Pohon

Tidur Di Tempat Parkir

Tidur Di Atas Barang Dagangan

Tidur Di Sepeda

Tidur Di Taman Bermain

Kalau biasanya peringatan ditulisnya: "Jangan Membuang Sampah Sembarangan", mungkin sebentar lagi, kalau ini terjadi di sini, akan ada peringatan: "Jangan Tidur Sembarangan". Gimana ya kalau lagi tidur sembarangan kayak gini terus dicopet atau dijambret? Ingat, kejahatan bukan hanya terjadi karena adanya niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah... Waspadalah! (Bang Napi mode: on).

Senin, 30 Agustus 2010

Pemain Bola Cedera Tambah Sengsara

Petugas medis dalam pertandingan sepak bola memang memegang peranan penting untuk menangani pemain bola yang cedera. Tapi namanya juga manusia yang sesekali bisa khilaf, dalam melaksanakan tugasnya ada saja hal-hal lucu. Di bawah ini ada deretan gambar dari berbagai pertandingan sepak bola, yang menghadirkan adegan lucu petugas medis. Dalam hal ini, pemain bola yang cedera memang tambah (sedikit) sengsara.

Nggak Ada Angin, Nggak Ada Hujan, Jatuh Sendiri

Semua Berjalan Lancar
Eh Kok Malah Jatuh

Pemain Bola Yang Malang

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Sudah Cedera Malah Dipantatin

Pemain Bola Cedera Malah Dipantatin

Tandu Pemain Bola Dibetulkan

Masih Tetap Dipantatin

Maju Atau Mundur, Pemain Bola Cedera Ikut Tersungkur

Siap Mengangkat Pemain Bola Cedera

Malah Dua-Duanya Balik Arah

Medis Jatuh Pemain Bola Ikut Jatuh

Pemain Bola Cedera Makin Tambah Sengsara

Sombong Apa Pede, Pede Apa Sombong

Pernah bertanya-tanya kira-kira sombong sama pede itu bedanya gimana? Sama! Saya juga lagi bertanya-tanya. Daripada susah-susah saya buka kamus aja (yang online, soalnya belum beli kamus) untuk mencari pengertian sombong sama pede. Tapi sebelumnya silahkan lihat deretan gambar berikut, siapa tau aja nyambung dikit ama judul.
Dengan Pede Melaju Ke Garis Finish
Ceritanya ada balapan sepeda di sebuah negara di kawasan Eropa Timur, baru-baru ini. Balap sepeda lokal. Seorang peserta yang sudah sedikit lagi menuju kemenangan begitu percaya dirinya bakal menang.
Ekspresi Kemenangan

Ya jelaslah dia pede, lawan tanding tertinggal bermeter-meter di belakang. Sedangkan dia melaju sendiri ke garis finish. Dengan pede dan perasaan lega setelah bertanding cukup berat diangkatlah kedua tangannya tinggi-tinggi, sebagai ekspresi kemenangan.
Sepeda Oleng

Tapi nasib menentukan lain. Setelah tangan diangkat tinggi-tinggi, sepeda malah oleng, dan ia pun terjatuh.
Jatuh Dari Sepeda
Dengan segenap daya, ia bangkit lagi dan meneruskan balapannya. Namun apa daya, lawannya yang tertinggal di belakang malah menyusulnya dengan telak sampai masuk garis finish. Gagalah ia jadi juara pertama.

Bangkit Dari Jatuh

Disusul Oleh Lawan

Gagal Juara Satu

Menurut pengertian kamus bule, percaya diri atau pede adalah rasa percaya pada kualitas, kemampuan, dan penilaian diri sendiri. Menurut versi saya, kalo boleh sotoy, orang yang pede itu dengan jujur memahami  kelebihan dan kemampuan diri sendiri, dan sekaligus paham juga akan kekurangan dan apa yang belum mampu dia lakukan. Jadi, pede itu disertai dengan mawas diri. Nah, kalo sombong itu wawas dirinya yang kurang. (menurut kamus, yang ada sih wawas diri, bukan mawas diri). Ini dia pengertian wawas diri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia: wa·was di·ri v, me·wa·was di·ri v melihat (memeriksa, mengoreksi) diri sendiri secara jujur;

Ah! Sotoy banget gw yah. Udah ah, silahkan dihubung-hubungin sendiri antara judul, isi, dan gambar di atas. Hehehe. Semoga bermanfaat, dan sampai ketemu di posting berikutnya.

Jumat, 27 Agustus 2010

Memecahkan Masalah, Salah Satu Contoh Yang Salah

Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, adalah tagline Perum Pegadaian yang lumayan terkenal, waktu iklannya di TV lumayan gencar, bahkan anak kecil pun hafal waktu itu. Saya setuju. Memecahkan masalah jangan sampai malah menimbulkan masalah baru, atau mungkin yang lebih parah, memecahkan masalah dengan cara-cara yang bermasalah. Hehehe, ribet yah? Di bawah ini ada contoh deretan gambar bagaimana kebanyakan orang (termasuk saya) memecahkan masalahnya.
Meluncur Dengan Papan Luncur


Seorang cowok melayang di udara dengan papan lucurnya. Namun, sayangnya ia tidak mendarat dengan mulus. Papan luncurnya patah dan ia pun jatuh terjengkang.
Mendarat Kurang Mulus

Kesal dengan papan luncurnya, ia melampiaskan kekesalannya itu dengan cara menginjak papan luncurnya yang telah menemaninya berlatih itu sekian lama. Papan luncur yang malang.
Kesal Papan Luncurnya Patah

Ia Mengatasi Masalah Dengan Menciptakan Masalah Baru

Hasilnya? Potongan papan luncurnya itu malah melesat dan menghantam mukanya terutama bagian hidung. Sudah jatuh, hidungnya patah pula.
Masalah Pun Jadi Bertambah

Alih-alih mengatasi papan luncurnya yang patah, ia malah mengatasi rasa kesalnya dengan cara menciptakan masalah baru. Kini bukan hanya papan luncurnya yang patah, tapi hidungnya juga ikut patah. Deretan gambar ini benar-benar menyindir saya. Sialan!

Senin, 23 Agustus 2010

Tabrak Lari Di Tempat Parkir, Dua Mobil Terlindas

Kejadiannya bukan di sini, tapi di luar. Jangan tanya deh di negara mana, yang penting ini bisa terjadi di mana pun. Apalagi kalau lengah, ditambah lagi kalau tidak ada pagar pembatas yang kuat. Pengen tahu bagaimana kejadiannya?

Mobil Masuk Lahan Parkir Seperti Biasa
Rencananya, mobil ini mau diparkir di tempat yang ditunjukkan oleh anak panah dalam gambar.


Entah lagi kurang konsentrasi, atau lagi eror, sang supir rupanya keliru menginjak pedal. Harusnya pedal rem, eh malah nginjak pedal gas. Alhasil, mobil pun nyelonong, dan terlindaslah dua mobil di hadapannya.
Salah Injak Rem Malah Injak Pedal Gas

Mobil Nyelonong Melindas Dua Mobil Di Depannya


Yang terjadi berikutnya adalah: mobil yang parkir ngaco tadi terdiam sejenak. Lalu mundur dan kabur.
Setelah Melindas Mobil Ini Pun Lari

Sehabis Menabrak Dua Kendaraan Mobil Ini Pun Kabur


Weleh, weleh. Ini nyata atau bohongan? Kalau saya bilang sih bohongan alias palsu, karena tempat parkirnya memang tidak memadai, dan juga kebetulan sekali dua mobil yang dihadapannya adalah sedan. Tapi terlepas dari palsu atau tidak, kejadian ini bisa saja terjadi. Meninggalkan seseorang di tempat parkir seperti ini, yang tidak ada pagar pembatas yang memadai untuk menahan laju kendaraan yang salah injak pedal memang berbahaya.

Ketelodaran bukan hanya terjadi karena kekhilafan, tetapi juga karena tidak adanya pengamanan... Waspalah! Waspadalah! (Bang Napi mode: on).